Sekitar pukul 4 sore, saya akhirnya menginjakkan kaki di dermaga utama Gili Trawangan. Keunikan pertama yang langsung menyambut saya ketika turun dari kapal adalah suasananya yang sangat tenang karena di pulau ini sama sekali tidak ada kendaraan bermotor. Satu-satunya alat transportasi yang legal di sini hanyalah sepeda dan cidomo (kereta kuda khas Lombok). Hal ini membuat kualitas udara di pulau ini terasa sangat bersih, segar, dan bebas dari polusi asap kendaraan.
Untuk urusan akomodasi, saya langsung berjalan kaki menuju penginapan bernama Coral. Agar tidak kehabisan kamar, saya sudah melakukan booking secara online sejak H-3 kedatangan.